THE POWER OF SILATURAHMI

DIRGAHAYU KNPI KE 42 TAHUN ;

tHE POWER

Genap sudah 42 tahun usia wadah berhimpun Pemuda Indonesia yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia, tepatnya 23 Juli 1973 silam di Jakarta Pemuda Indonesia berkumpul dan berikrar menyatu dalam satu wadah berhimpun Pemuda dan organisasi kepemudaan yang ditandai dengan Deklarasi Pemuda. KNPI yang juga menjadi laboratorium Kaderisasi Kepemimpinan Bangsa, banyak Pemimpin serta tokoh-tokoh yang lahir dari proses kaderisasi sistematis serta berjejang.

Jalan panjang dinamika kepemudaan di Indonesia senantiasa mewarnai jejak langkah perjuangan Bangsa Indonesia hingga detik ini. Pemuda senantiasa mendapatkan porsi serta memainkan peran strategis, yang sering pula menjadi tokoh sentral dalam suatu perhelatan bangsa. Tanggung jawab kesejarahan Pemuda hari ini kemudian meniscayakan  hadirnya elemen kepemudaan yang bisa menjadi Fasilitator dan mediator untuk kepentingan bangsa, yang secara tulus ikhlas menyatu dan bersatu seperti yang ditunjukkan Pemuda Indonesia pada era lahirnya KNPI.

Seluruh elemen KNPI dan OKP berhimpun pada level pusat hingga daerah di Indonesia merefleksikan serta memaknai hari jadi KNPI dengan caranya masing-masing. Seperti halnya KNPI Kota Makassar, sebagai wadah berhimpun elemen kepemudaan di Kota Makassar senantiasa mengikuti perkembangan dan mengkaji secara konferhensif dinamika KNPI dari masa ke masa. Pasang surut dinamika keorganisasi KNPI dengan tanggung jawab yang harus tanggap atas realitas kehidupan sosial, terkadang membuahkan kritik serta tak jarang mendapatkan apresiasi atas prestasinya.

Momentum bersejarah bagi Pemuda Indonesia ini, direfleksikan oleh Pemuda Makassar dengan mengajak seluruh potensi dan sumber daya Pemuda Indonesia untuk bersatu dan menyatu demi mewujudkan cita-cita Kebangsaan Indonesia.  Hal tersebut didasari kesimpulan dari telisik atas kondisi kekinian Indonesia,  Pemuda Makassar melihat adanya suatu krisis multi dimensi yang berakibat pada disintegrasi bangsa serta perpecahan NKRI.

Problematika kebangsaan tersebut juga dirasakan hingga elemen kepemudaan yang mulai terkontaminasi oleh kepentingan pragmatis serta tujuan yang tidak ingin melihat keutuhan Bangsa Indonesia. Sebab atas kesadaran intelektual Pemuda menganggap sendi-sendi kehidupan berdinamika kepemudaan merupakan cerminan bangsa di masa depan.

Keyakinan yang tumbuh melihat Jejak rekam perjalanan panjang KNPI selama 42 tahun telah terbukti menyatukan berbagai ragam corak, warna, ras, suku, budaya, agama bahkan ideologi  dalam Spirit dan gerak juang KNPI. Hal tersebut menjadi modal besar bagi Pemuda Indonesia hari ini, untuk melanjutkan bakti yang sesuai dengan tuntunan jaman.

Selain itu Pemuda Makassar melihat adanya akar budaya dan karakter bangsa yang senantiasa selalu mengedepankan  silaturahmi yang kental dalam berinteraksi sosial baik secara personal maupun kelembagaan antar elemen Kepemudaan di Indonesia. Lahirlah semboyan “The Power of Silaturahmi”, Secercah harapan dapat tumbuh dari kekuatan nilai dan makna Silaturahmi secara substansi, pengimplementasian nilai tersebut niscaya dapat mengeleminir problematika bangsa secara umum dan problematika Pemuda secara khusus.

“Wahai Pemuda Indonesia… Bukan hanya hari ini, esok dan selamanya, Pengabdian kita belum berakhir bung !!! Mari lanjutkan bakti untuk Negeri…
JABAT ERAT TANGAN PERBEDAAN
untuk wujudkan Pemuda berkualitas, Pemuda Intelektual, Pemuda Bemoral serta Pemuda yang Berdaya Saing”.

23 Juli 2015

PEMUDA MAKASSAR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s