Harkitnas; Saatnya Makassar Move on

Hari Kebangkitan Nasional merupakan salah satu hari besar bagi Bangsa Indonesia, dimana setiap tanggal 20 Mei hampir semua elemen dalam kehidupan bernegara dan berbangsa di Republik Indonesia sibuk dengan pemaknaan dan ekspresi yang berbeda dalam memperingati hari bersejarah tersebut. Elemen yang menamakan diri Birokrat, abdi negara atau yang lebih populer dengan PNS (pegawai negeri sipil) dan juga aparat pemerintah dengan label militer serta polisi memperingatinya dengan mengadakan Upacara Bendera seperti halnya dengan peringatan hari besar lainnya. Sedangkan elemen atau kelompok lainnya seperti Organisasi Masyarakat, Organisasi Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan atau Kelompok Kepentingan lainnya memperingati dengan caranya masing-masing ada yang menggelar dialog, berdemonstrasi, beratraksi atau kegiatan kreatif yang berbau Kebangkitan. Namun tidak sedikit kelompok, organ atau secara personal cuek dan tidak ambil pusing dengan hari tersebut, bahkan mungkin ada yang tidak tahu atau tidak mau tahu soal Kebangkitan itu. Mungkin seperti itulah yang mewarnai hari di tanggal 20 Mei tersebut.

Kebangkitan yang berasal dari kata Bangkit menurut Bahasa Indonesia adalah bangun atau bergerak dari posisi duduk/baring menuju posisi berdiri, Bangkit juga dapat diartikan bangun atau bergerak dari keadaan yang sulit menuju keadaan yang lebih baik dengan sikap optimis. Atau istilah kekinian dan populer di kalangan anak muda serta remaja yakni Move On yang digunakan untuk seorang yang sedang terpuruk karena masalah percintaan dll. Jadi Kebangkitan adalah suatu momentum perubahan dimana ada usaha bergerak dari keadaan yang terputuk menuju keadaan yang di cita-citakan. Jika lebih jauh lagi bahwa bagi Bangsa Indonesia Kebangkitan Nasional merupakan masa lahir dan bangkitnya semangat kesatuan, persatuan dan nasionalisme untuk memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Dalam menelisik sejarah Bangsa Indonesia, jauh sebelum perang kemerdekaan pada era tahun 40-an, pada era tahun 1802 suatu kesadaran yang dialami para Pemuda masa itu, bahwa penjajahan, penindasan dan ketidakadilan harus dilawan dengan semangat persatuan, bukan dengan ideologi kedaerahan atau ideologi kepentingan kelompok tapi dengan persatuan dan kesatuan, untuk melawan sesuatu yang kita menjadi besar untuk mejadi besar kta harus bersatu. Semangat nasionalisme itulah yang menjadi landasan berdirinya Boedi Utomo, inilah yang kemudian menjadi cikal bakal semangat para Pemuda Indonesiadalam melakukan perlawanan terhadap penjajah. Hingga diproklamasikannya Republik Indonesia oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Lalu timbul pertanyaan bagi kita, Kebangkitan seperti apa yang harus kita lakukan untuk Bangsa Indonesia hari ini? Jawaban utopis atau ideal namun mengawan-awan sering kita jumpai, seperti; dalam mengisi kemerdekaan kita harus senantiasa berupaya menciptakan kesejahtreaan bagi seluruh warga negara Indonesia sesuai dengan amanah UUD. Atau jawaban lainnya yang menjadi slogan dan semboyang semata dalam acara-acara seremonial belaka. Pemaknaan Kebangkitan Nasional memang akan kembali kepada diri masing-masing kita sebagai Warga Negara. Tapi menurut penulis, yang harus menjadi kata kuncinya adalah nilai dari semangat mengedepankan PERSATUAN, KESATUAN & NASIONALISME diatas kepentingan ideologi kedaerahan serta ideologi kepentingan kelompok, dalam menggerakkan dinamika pembangunan serta tujuan bangsa Indonesia.

Dengan fenomena kekinian hal tersebut sangat jauh tercermin, baik dalam kehidupan sosial masyarakat, politik bahkan Pemerintahan mulai dari Pusat hingga daerah. Setiap hari kita disuguhi pemberitaan di media massa yang mencederai semangat Harkitnas seperti saling sikut karena jabatan¸saling caci karena kekuasaan, saling hujat karena uang dan saling tuduh karena dalil keadilan. Lalu bagaimana dengan Kota Daeng, Kota tercinta dengan penuh cita-cita masa depan? Sebagai warga negara dan sebagai salah satu elemen kepemudaan di Kota Makassar, harus mengakui serta harus merasa bangga sebab Kota Makassar Kota Angin Mammiri kini telah menjelma menjadi salah satu yang bisa disejajarkan dengan Kota besar di Indonesia bahkan di Dunia. Pembangunan yang kian melejit serta peningkatan perekonomian semakin pesat menjadikan Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur. Namun, apakah itu menjadi jaminan bahwa cita-cita serta nilai dari semangat Kebangkitan Nasional itu telah tersemat dalam sendi hiruk pikuk kehidupan masyarakat Kota Makassar.

Seperti yang saya tulis tentang fenomena kekinian itu juga yang menjadi gambaran fenomena yang terjadi di Kota Makassar. Tidak perduli bahwa engkau dan kelompokmu ingin berpartisipasi dan berkontribusi dalam menggerakkan dinamika pembangunan sesuai dengan bidang dan keahlianmu, Tidak peduli daya kreatifitasmu dapat memoles wajah kotamu, Tak peduli sehebat apa pengetahuanmu dan setinggi apa pendidikanmu yang bisa sedikit masukan tetang bagaimana mengelola kotamu, Tidak Peduli semuali apa niat serta doamu yang bisa menunjukkan jalan yang benar untuk kemuliaan kotamu; Tapi yang menjadi landasan adalah Engkau berasal dari mana? Engkau ikut siapa? Engkau dukung Siapa? Engkau memberi apa? Engkau untuk siapa? Dan Apa Ideologi Engkau?. Sehingga dibalik indah dan manisnya Kota Makassar, tersimpan seribu satu macam probelmatika serta kesenjangan sosial dan ekonomi.

Harapan utopis kami selaku warga Makassar serta elemen kepemudaan yakni terciptanya sinergitas serta harmonisasi dalam menggerakan dinamika di Kota Makassar, yang tentunya senantiasi mengedepankan nilai budaya serta falsafah hidup orang bugis – makassar yakni ”Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge” yang pastinya juga sangat berkaitan dengan nilai semangat Kebangkitan Nasional. Sehingga kita bisa sedikit dapat mengambil hikma dari Hari Kebangkitan Nasional yang berejarah tersebut. Bahwa rasa kecintaan dan rasa memiliki Kota ini tidak dikebiri hanya karena perbedaan yang belum tentu memberi manfaat…… Saatnya Makassar Move On

IRWAN ADE SAPUTRA

Sekretaris KNPI Kota Makassar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s