Kerjasama Ekonomi Kreatif Pemuda Makassar & Kendari Kreatif

mou

Kekuatan perekonomian saat ini terletak pada kekuatan kreatifitas yang mengandalkan sumber daya manusia sebagai obyek utama dalam aktifitas ekonomi dan sosial. Masa peradaban ekonomi kreatif mengharuskan banyaknya lahir generasi kreatif, inovatif dan solutif dalam menjalankan kehidupan. Kualitas hidup tergantung pada kualitas karya berbentuk barang ataupun jasa secara produktif dan masiv. Seni, budaya dan kearifan lokal bisa menjadi kekuatan dalam berkreasi menghasilkan mahakarya. Ekonomi kreatif kini menjadi jargon pergerakan ekonomi bangsa yang dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan secara nyata. Dalam kegiatan Kendari Kreatif Fest 2015 yang merupakan event tahunan yang sudah ke empat kalinya diselenggarakan dikota Kendari sejak tahun 2012. Kegiatan tersebut bukan hanya sekedar event, melainkan menjadi program paten dari Kendari Kreatif sebagai Lembaga Sosial Kemasyarakatan yang menghimpun Komunitas Kreatif dan Usaha Mikro Kecil yang ada dikota Kendari. Dalam acara itu dihadiri oleh pejabat negara, pejabat daerah dan beberapa tokoh nasional sebagai narasumber. Diantaranya Hari Santosa Sungkari Deputi Bidang Infrastruktur dan Hassan Direktur Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Fiki Satari Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Tita Larasati Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung, Syamsu Rizal Mi Wakil Walikota Makassar, Musadar Mappasomba Wakil Walikota Kendari, Irwan Ade Saputra Tim Formatur Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Tjatur Kukuh Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Abd. Rachmad Al Farisi Praktisi Ekonomi Nasional, La Utu Direksi bank SULTRA dan Arie Kriting Komikus Nasional. Pada akhir acara Talkshow Ekonomi Kreatif dibuat penandatanganan MOU Kerjasama antara Pemuda Makassar yang diwakili oleh Irwan AS selaku Sekjend KNPI Kota Makassar dan Kendari Kreatif (KK) yang ditandatangani langsung oleh Rafiuddin Ketua Umum KK, serta disaksikan dan ikut bertandatangan adalah Syamsu Rizal (Daeng Ical) Wakil Walikota Makassar dan Musadar Mappasomba Wakil Walikota Kendari. MOU ini menjadi contoh komitmen antar Komunitas Kreatif di Indonesia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperkuat sub sektor industri kreatif yang telah dipetakkan ditiap-tiap kota sebagai kekuatan ekonomi baru. Kita telah banyak menguras energi positif menjadi energi negatif karena kecenderungan berkompetisi antar kota. Ekonomi kreatif dapat dengan mudah berkembang jika kota-kota di Indonesia dapat berjejaring dengan baik dan berkesinambungan. Setiap kota memiliki keunggulan dalam menghasilkan produk kreatif dan menjadi ciri khas dari kota tersebut. Dengan jejaring ini, pasar akan terbuka luas dan SDM disetiap kota bisa saling berinteraksi dan melakukan pelatihan bersama, serta membentuk solidaritas sehingga permasalahan pengembangan industri kreatif dengan cepat menghasilkan solusi. Ini merupakan bentuk jejaring, sinergisitas dan kolaborasi antar Komunitas Kreatif yang ada di Kendari dan di Makassar yang diperkuat dengan sebuah nota kesepahaman sehingga terjalin kerjasama pengembangan ekonomi kreatif dalam membangun industri kreatif antar kedua wilayah secara nyata. Wujud MOU tersebut akan dituangkan dalam bentuk sharing program bersama dalam mengupayakan kota layak huni yang memanfaatkan kreatifitas sebagai salah satu modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain dengan Pemuda Makassar, Kendari Kreatif (KK) juga membuat nota kesepahaman bersama Bandung Creative City Forum (BCCF). Pada tanggal 21 Desember 2015 telah di Launching Indonesia Creative Cities Network (ICCN); Jejaring Kabupaten Kota Kreatif Indonesia sebagai Lembaga Independen Nasional yang diresmikan oleh Triawan Munaf Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia beserta jajarannya di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Formatur sebagai perwakilan dari seluruh daerah kepulauan Indonesia selaku tim perumus ICCN. Indonesia Creative Cities Network dibentuk pada saat Creative Cities Conference (CCC) yang merupakan rangkaian dari Konferensi Asia Afrika (KAA) dikota Bandung pada tanggal 27 April 2015 dan telah dideklarasikan dalam acara Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) di kota Solo pada tanggal 25 Oktober 2015. Dalam pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia dibutuhkan jalinan kerjasama antar Kabupaten Kota di Indonesia dan haruslah menjalin solidaritas dalam membangun Industri Kreatif. Mari senyapkan kata kompetisi dan gaungkan kata kolaborasi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rendramanaba/kerjasama-pengembangan-ekonomi-kreatif-antara-pemuda-makassar-dan-kendari-kreatif_56acf72c41afbd6a0b653301

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s