PEMUDA AGEN PENGGERAK EKONOMI KREATIF

creative enonomic  copy.jpg

Sebuah keniscayaan bahwa dalam perkembangan peradaban manusia akan senantiasi dibarengi dengan perkembangannya suatu sistem perekonomian yang bertumpu pada potensi Sumber daya manusia serta sumber daya alam, baik berupa jasa maupun perdagangan. Perubahan pandangan serta paradigma manusia menggagas suatu pola sistem ekonomi, kemudian dikemukakan oleh para ilmuwan ekonom yang berujung pada pemetaan sistem ekonomi. Hal tersebut ditandai dengan lahirnya teori-teori yang mengemukakan fase perkembangan ekonomi. Sejak zaman manusia pertamakali menghuni bumi hingga tiba pada saat ini, secara garis besar pengklasifikasian fase perkembangan ekonomi terdiri dari empat bagian yang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia.  Fase yang pertama adalah fase Agriculture Economic pada fase ini merupakan masa dimana sumber daya alam merupakan tumpuan utama dalam menjalankan roda perenomian dengan bertani, berkebun beternak dll. Yang di sebabkan oleh melimpah ruahnya sumber daya alam yang dapat dikelola oleh manusia. Fase kedua yakni Industrial Economic  dimana berkolaborasinya potensi daya cipta kreasi manusia dengan potensi sumber daya alam. Perkembangan ekonomi dibidang jasa, industri dan perdagangan pada masa ini, yang kemudian menjadi momentum dimulainya peradaban era moderenisasi. Dan ditegaskan oleh ahli-ahli sejarah bahwa perubahan fase Agriculture menuju fase Indsutrialisasi ditandai dengan terjadinya revolusi industri di Erofa.

Fase berikutnya adalah Digital/ Knowledge Economy atau yang lebih populer dengan era teknologi informasi, dimana kecanggihan teknologi menjadi pemicu utama dalam pertumbuhan ekonomi. Peralihan tersebut disebabkan oleh semakin berkembangannya ilmu pengetahuan dan meningkatnya potensi sumber daya manusia serta menjadi solusi terhadap ketergantungan manusia pada sumber daya alam yang secara kuantitas maupun kualitas sudah sangat terbatas. Dan fase terakhir adalah masa yang baru saja dimulai yakni Creative Economic. Perkembangan teknologi yang kian pesat, dimana sudah hampir segala aspek kehidupan dapat dilakukan dengan mengandalkan teknologi sehingga menyebabkan tinggi jumlah pengganguran. Ditambah potensi sumber daya alam yang tergerus dan semakin tingginya biaya produksi  dalam mengelolah hasil dari alam. Semakin kompleksnya problematika kehidupan manusia saat ini, kemudian mengharuskan menciptakan sumber ekonomi sendiri. Pada era ini kreatifitas serta inovasi manusia ditempatkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional maupun global. Ekonomi kreatif kemudian dijadikan jalan alternatif yang cukup menjanjikan agar masyarakat dapat hidup lebih sejahtera. Menurut definisi Howkins, Ekonomi Kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input dan outputnya adalah Gagasan. Gagasan atau ide yang merupaka pokok penting dalam ke kreatifan seseorang.

Kini diseluruh dunia industri kreatif menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi global yang terus memperlihatkan perkembangan pada arah positif seiring dengan perkembangan peradaban dunia, model industri ekonomi kreatif suatu formula yang berfungi menghubungkan antara kebudayaan, bisnis dan teknokogi. Bahkan menurut data pertumbuhan ekonomi disemua negara pada tahun 2013 menunjukkan pertumbuhan ekonomi kreatif  lebih besar diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, termasuk pada penciptaan lapangan kerja, nilai usaha, jumlah usaha dan peningkatan volume ekspor produk industri kreatif.

Di Indonesia ekonomi kreatif didefinisikan sebagai suatu aktivitas ekonomi yang memanfaatkan kreativitas, inovasi, keterampilan serta bakat yang menjadi potensi masing-masing individu yang bernilai tambah secara finansial. Dalam perjalanannya ekonomi kreatif di Indonesia menunjukkan performa yang sangat positif, dengan berbagai regulasi dan kebijakan yang sangat pro terhadap pelaku ekonomi kreatif, bahkan saat ini pemerintah memberi porsi khusus pada penggiat sektor ekonomi kreatif. Seperti adanya paket kebijakan ekomoni Jokowi-JK terkait ekonomi ke kreatifi. Dan juga terbentuknya Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang konsen bekerja untuk mengawal dan mendampingi pelaku Industri kreatif serta komunitas kreatif. Selain itu, keberpihakan pemerintah atas potensi ekonomi kreatif di Indonesia dengan adanya Paket kebijakan  terkait ekonomi kreatif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI)  hendaknya dijadikan peluang  bagi  generasi muda untuk membangun kisah suksesnya di bidang  ekonomi kreatif. Menurut data Kementrian Pariwisata dan Ekonomi dan Kreatif, ekspor Industri Kreatif Indonesia pada tahun 2013 telah mencapai Rp. 119. Ini tentu sebuah industri yang sangat potensial bagi perkembangan negeri ini. Kreatifitas memang hal yang penuh dengan segala keberdayaan. Kreatifitas mengandung kekuatan imajinasi yang tak terbatas. Bahkan menjadikan Indonesia menjadi negara yang terkuat pertumbuhan ekonomi dibanding negara-negara di Asean.

Sejak 2015 Indonesia dan negara-negara di Asean telah memasuki babak baru yakni diterapkannya Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean, dimana tak ada lagi sekat antar negara dalam menjalankan aktifitas ekonomi. Kondisi ini kemudian menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Indonesia, terkhusus bagi Pemuda di usia produktif. MEA menjadi sebuah tantangan besar, jika sumber daya manusia tidak dipersiapkan untuk bersaing secara terbuka dengan sumber daya manusia dari negara-negara Asean lainnya yang akan menjadi Indonesia sebagai pasar yang potensial menawarkan produk, jasa serta sumber daya manusia yang berkualitas. Sedangkan dengan potensi sumber daya manusia yang banyak, sumber daya alam yang melimpah dan ditopang dengan ragam keatifan lokal masyarakat indonesia menjadi modal besar untuk menjadi pemenang dalam percaturan ekonomi global kedepan. Tentunya semua tidak terlepas bagaimana pemerintah memainkan peranannya dalam memaksimal seluruh potensi tersebut.

Salah satu solusi tepat dalam menghadapi MEA dewasa ini, dengan menjadi industri kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana kita bahwa ketahui bahwa dalam menjalankan industri kreatif dibutuhkan daya kreatifitas, keberanian dalam keluar dari zona nyaman, inovasi yang cerdas, serta berwawasan luas sehingga mampu memahami kebutuhan pasar dinegara-negara Asean lainnya. Dan dibutuhkan semua itu dibutuhkan sumber daya manusia yang sehat, kuat dan enerjik, dan ciri tersebut ada pada sosok pemuda-pemuda Indonesia. Olehnya itu, mengapa Pemuda harus memegang peranan sentral dalam menjalankan dan menyongsong MEA. Dengan semangat yang dimiliki pemuda serta senantiasi hadir untuk menjalankan tugas sebagai agen perubahan menuju arah yang lebih.  Hal tersebut sangat terkait dengan ciri manusia yang bisa mengambil peran dalam industri kreatif, manusia dengan semangat pembaharu, inovasi, dan kreatifitas-kreatifitasnya.

Bonus Demografi merupakan salah satu keuntungan Indonesia saat ini. Suatu kondisi dimana struktur penduduk didominasi oleh usia produktif atau jumlah pemuda lebih besar dibanding kelompok usia lainnya. Jumlah pemuda di Indonesia memiliki angka yang cukup fantastis yaitu sekitar 43 persen dari total keseluruhan rakyat Indonesia atau sekitar 103 juta jiwa, sehingga Indonesia memiliki potensi sumber daya pemuda secara kuantitas sangat besar. Dengan karakter pemuda yang mampu berpikir diluar kebiasaan, menjadi faktor utama pemuda dapat berpikir secara kreatif dan inovatif untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih bernilai ekonomis.

            Jumlah pemuda di Indonesia memiliki angka yang cukup fantastis yaitu sekitar 43 persen dari total keseluruhan rakyat Indonesia atau sekitar 103 juta jiwa. Pemuda merupakan kunci dari keberhasilan penerapan ekonomi kreatif di Indonesia. Pemuda memiliki kelebihan yaitu mampu berpikir diluar kebiasaan atau disebut juga out of the box. Dengan adanya kemampuan tersebut, pemuda dapat berpikir secara kreatif dan mampu mengembangkan sesuatu menjadi lebih bernilai

Sebagai tumpuan masa depan bangsa, dinamika pemuda hari ini kemudian menjadi gambaran dinamika masa depan. Pemuda Indonesia atau mungkin saja juga dialami oleh pemuda negara lain, dengan berbagai macam masalah yang disebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta kenakalan remaja lainnya. Kemajuan teknologi informasipun tak selalu berdampak positif, setidaknya dapat dilihat pada tingkah laku remaja, pemuda dan bahkan juga memperngaruhi para orang tua dengan sikap acuh dan tidak lagi peduli dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut akhirnya menggerus nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi falsafah hidup para pendahulu kita.

Dengan demikian bahwa generasi kini harus dihadapkan pada  tantangan dan masalah yang  begitu berat, selain tantangan dalam menghadapi probematika sosial dalam waktu bersamaan tantangan persaingan globalisasi yakni Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA yang kini sudah didepan mata. Pertanyaannya kemudian, siapakah yang harua bertanggungjawab dan bagaimanakah harus menghadapi situasi ini? Suatu pertanyaan sederhana, namun tidak sederhana untuk dijawab. Dalam membedah dan mencari solusi memang dibutuhkan suatu kajian mendalam dan konperhensip dari semua sudut pandang , sehingga solusi yang dihasilkan juga tidak parsial. Tanggungjawab terhadap hal tersebut, tidak hanya menjadi bagian dari orang tua, pemerintah tapi seluruh elemen baik itu lingkungan, situasi kondisi dan kembali pada kesadaran diri bahwa pundaknyalah cita-cita luhur masa depan bangsa dititipkan.

Namun dari sekian banyak deretan masalah yang kemudian disebut penyimpangan dan perbuatan negatif akibat ulah dan prilaku pemuda, harapan akan lahirnya generasi-generasi terbaik yang siap menjawab tantangan situasi dunia masihlah banyak. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya sosok pemuda sukses dengan talenta ktreativitas serta inovasi dalam berkarya dengan setumpuk cerita yang menginspirasi pemuda-pemuda lainnya. Beberapa nama pemuda yang berhasil mencuri perhatian banyak orang didunia seperti pendiri Facebook Mark Zuckerberg seorang pemuda Amerika yang menjadi salah satu orang terkaya didunia, Matt Mullenweg Dialah tokoh dibalik terciptanya WordPress, John Vechey sang pencipta game PopCap di komputer, Blake Ross pencetus browser Mozilla Firefox, Chad Hurley pemuda yang mendirikan dan mantan CEO situs berbagi video Youtube.  Dan masih banyak lagi.

Sedangkan di Indonesia sederet daftar nama pemuda yang sukses seperti Nadiem Makarim, dengan bisnis Go-Jek yang sedang naik daun, Andrew Darwis pendiri situs forum terbesar di indonesia bernama Kaskus, Harry Akbar bisnis batik yang mengharumkan Indonesia, Yoris Sebastian general manager Hard Rock Cafe termuda di Asia, Yasa Paramita Singgih, bisnis fashion pria online dengan brand Men’s Republic, Fahma Waluya Rosmansyah dan adiknya bernama Hania Pracika Rosmansyah yang menciptakan aplikasi dan game online, Reza Nurhilma pemilik Keripik Maicih dan tentu nama-nama pemuda lainnya yang mampu membuat terobosan dengan kreativitas yang dimilikinya untuk menjadikan sebuah bisnis potensial dan menguntungkan. Mereka kini sudah menikmati hasil dari kreatifitas yang dimilikinya tersebut. Puluhan milyar telah mereka peroleh dari bisnis kreatif yang dikelolanya. Inilah potensi anak muda dibalik melesatnya pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Kesuksesan pelaku industri kreatif dan semakin pesatnya pertumbuhan industri kreatif  dan dan menjadi salah binis yang cukup diperhitungkan di Indonesia.

Di Indonesia telah banyak melahirkan pemuda sukses dibidang industri kreatif, namun untuk memaksimalkan potensi dalam industri kreatif salah satunya dengan adanya pengklasifikasian atau pemetaan subsektor yang berpotensi dan berkontribusi di bidang industri kreatif bagi pemuda, sehingga pemuda atau pelaku industri kreatif dapat melihat peluang yang strategis dalam memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Pemerintah daerah maupun steakholder terkait sangat yang berkepentingan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan untuk meningkatkan kontribusi daya serap tenaga kerja sektor industri kreatif di masa depan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Masing-masing daerah di Indonesia mempunyai karakter dan kearifan lokal dengan keunggulannya, potensi hasil karya dan sumber daya manusia yang berbeda-beda sehingga pola strategi, kebijakan dan program yang diperuntukan bagi industri kreatif juga berbeda. Pembinaan kewirausahaan serta kebijakan permodalan dapat dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan elemen masyarakat yang ada tergantung pada basis potensi wilayahnya. Program dapat diselaraskan dengan institusi pendidikan, sehingga ada kajian yang komprehensif tentang potensi industri kreatif yang strategis dikembangkan. Hal tersebut menjadi alasan betapa pentingnya peran akademisi yang bisa bersinergi dengan unusr lain dalam ekonomi kreatif.

Kebijakan pemerintah tentang pengembangan industri kreatif di Indonesia membuktikan bahwa pemerintah punya perhatian serius, salah satunya dengan membuat pemetaan subsektor ekonomi kreatif yang bisa diaplikasikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia terdiri dari 16 subsektor yaitu aplikasi dan pengembangan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Dengan pemetaan subsektor strategis dibarengi dengan berbagai kebijakan dan regulasi oleh pemerintah memposisikan industri kreatif tidak bisa lagi disepelekan, karena sudah terbukti dapat meningkatkan nilai ekonomis masyarakat yang berujung pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah maupun negara. Namun hal tersebut bukan terjadi serta merta, tapi ada beberapa hal yang melatarbelakangi dan menjadi faktor sehingga industri kreatif mampu bersaing dengan industri lain, yakni Kreativitas Anak Muda yang menjadi pelaku dalam industri kreatif, kemajuan teknologi yang menjadi pelengkap dan pendukung kreativitas para pemuda dengan industri kreatif berbasis komputer dan internet, Akses komunikasi juga merupakan salah satu yang tak bisa dilewatkan dalam membuat melesatnya industri kreatif, meningkatnya pengguna media sosial yang menjadi pasar paling potensial industri kreatif khusunya industri digital.

Laju perkembangan industri kreatif yang cukup signifikan, bukan berarti tanpa kendala.  Ada lima kendala utama dalam yang menjadi perhatian dalam penembangan ekonomi  kreatif, yakni skill dalam pemanfaatan teknologi, akses serta semakin terbatasnya bahan baku, persoalan modal usaha bagi pelaku industri kreatif, perlindungan atas karya cipta industri kreatif/hak cipta, masih kurangnya ruang publik yang menjadi salah satu faktor pendukung industri kreatif dan akses terhadap pemasaran karya industri kreatif. Semua kendala tersebut dapat diatasi dengan sinergitas seluruh elemen masyarakat atau unsur ‘quadruple-helix’ yakni kolaborasi antara Pemerintah, Akademisi, Pelaku Bisnis dan Komunitas Kreatif, yang membuat pola sinergitas yang saling mendukung untuk pencapaian visi pengembangan industri kreatif.

Dari pemaparan diatas tentang ekonomi kreatif, terlihat jelas posisi dan pentingnya peranan pemuda sebagai ujung tombak kesuksesan dan pembangunan ekonomi kreatif serta agen penggerak berkembangnnya industri kreatif di Indonesia. Harapan dengan semakin banyak generasi muda yang tertarik dalam industri kreatif dan mampu sebagai penggerak perubahan ke arah bisnis dan kemandirian. Untuk menciptakan generasi muda yang berdaya saing, dibutuhkan dukungan semua pihak dalam menggerakkan sektor usaha yang dikelola oleh Pemuda. Dengan demikian tidak ada alasan bagi pemuda untuk berpangku tangan dan tidak percaya diri dengan potensi yang dimiliki untuk bersaing dengan sumber daya manusia dari negara lain dalam rangka menghadapi persaingan global MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang telah memasuki tahap permulaan.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s