DEKLARASI SOLO

Pembentukan Jejaring Kota Kreatif Bagi Kesejahteraan Indonesia Yang Inklusif dan Lestari
Sabtu, 24 Oktober 2015 di Gedung Bank Indonesia, Solo

Pada hari ini, Jum’at-Sabtu 23-24 Oktober 2015 telah terselenggara pertemuan Jejaring Kabupaten-kota Kreatif Indonesia (ICCN, Indonesian Creative Cities Network) di Gedung Bank Indonesia, Jl. Jenderal Sudirman No.15, Surakarta; yang diikuti oleh delegasi pemangku kepentingan dari 52 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Pertemuan ini melibatkan perwakilan dari Pemerintah Daerah, Komunitas, Praktisi, Akademisi, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, bersama-sama dengan perwakilan Pemerintah Pusat yang terdiri dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Pariwisata, dan Badan Ekonomi Kreatif yang memutuskan: Dasar, Arah, Program, dan Kelembagaan yang akan mendasari langkah bersama sampai dengan tahun 2019.

Tujuan dari penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini adalah untuk mendorong sinergi yang membuka ruang kolaborasi di antara kota dan kabupaten di Indonesia, dalam upaya pengembangan serta pemanfaatan potensi kreativitas yang ada di daerah masing-masing. Selain itu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk berbagi pengalaman dan inspirasi dalam upaya membangun potensi ekonomi kreatif yang ada dari masing-masing kota serta kabupaten sebagai fondasi bagi tata kelola potensi daerah bagi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan lestari.

Kebijakan

  1. Jejaring Kabupaten-kota Kreatif Indonesia  (ICCN, Indonesia  Creative Cities Network) adalah, perkumpulan berbadan hokum dari pemangku kepentingan di masing masing kabupaten-kota yang menyatakan diri untuk bergabung dan berkolaborasi melalui jejaring kabupaten-kota kreatif secara bersama-sama untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di tingkat nasional.
  2. Jejaring Kabupaten-kota Kreatif Indonesia memperhatikan potensi Indonesia dalam pengembangan Kota kreatif di tingkat  Asia Tenggara sehingga secara bersama-sama mampu berkiprah di tingkat global.
  3. Untuk mendorong terjadinya lompatan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan keberlanjutan dalam konteks pembangunan kabupaten-kota melalui beragam gerakan kreatif di masing-masing daerah, model yang secara bertahap dikembangkan adalah melalui strategi “memakan bubur dari pinggir”.
  4. Penguatan Jejaring Kabupaten-kota Kreatif dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi pemangku kepentingan pada tahapan pendataan dan pemetaan, penelitian, perencanaan, implementasi, evaluasi dan pengembangan, sesuai dengan peran, fungsi, kapasitas dan kompetensi masing-masing pelaku.
  5. Jejaring Kabupaten-kota Kreatif Indonesia secara bersama-sama mendorong kerjasama dan kolaborasi antar pemangku kepentingan serta kabupaten-kota untuk terbentuknya pasar yang terbuka, terpercaya dan mensejahterakan pelakunya dengan basis ilmu pengetahuan, dan didukung oleh kegiatan penelitian dan pengembangan serta investasi seluruh sumber daya dan dukungan kebijakan yang spesifik.
  6. Jejaring Kabupaten-kota Kreatif dirancang untuk diselenggarakan dalam jangka menengah pertama sampai dengan tahun 2019, yang diturunkan menjadi program kegiatan tahunan di tingkat nasional yang mengakomodasi kegiatan serta sinergi kegiatan kabupaten-kota dan lintas pemangku kepentingan.
  7. Organisasi Jejaring Kabupaten-kotaK reatif Indonesia berbentuk organisasi perkumpula nindependen yang dipimpin oleh 7 orang dewan pengarah yang mewakili pemangku kepentingan kunci yaitu; perwakilan kota, kabupaten, swasta, akademisi, profesional/praktisi, komunitas, LSM, dan bekerja sebagai mitra pemerintah termasuk Badan Ekonomi Kreatif, Kementrian, Badan dan pemangku kepentingan terkait di tingkat nasional.
  8. Jejaring Kabupaten-kota Kreatif Indonesia bersepakat untuk melaksanakan pertemuan ketiga di Kota Malang secara bersama-sama seluruh kabupaten kota di Malang. Raya Pada bulan April  2016, dengan agenda utama penyampaian assestment dan pemetaan mandiri atas potensi, peluang dan tantangan pengembangan  kreatifitas di masing-masing daerah, sebagai bahan untuk penyusunan tujuan, strategi, lembaga dan program spesifik dimasing-masing daerah, kolaborasi antar daerah, program nasional dan kerjasama jejaring kabupaten-kota kreatif Indonesia di kancah Asia Tenggara.
  9. Peserta ICCC telah menetapkan nama resmi Jejaring Kabupaten-Kota Kreatif Indonesia JK3I, dengan brand name; Indonesia Creative Cities Network. Secara bersama-sama  formatur presidium yang bertugas sampai dengan 25 november 2015, dan bekerjasama dengan ketua pengurus definitive akan menyusun rancangan AD ART, program kegiatan dan jejaring nasional serta interrnasional, mempersiapkan penyelenggaraan pertemuan jejaring kabupaten-kota Kreatif Indonesia dengan anggota Irwan Ade Saputra, Makasar, Arief Ayip Budiman, Bali, M Arief Budiman – Yogya, Bandung Tita Larasati, Malang Wasto, Witonro, Kutai Kartanegara SawahLunto, Jon Hendri. Pengurus definitive dengan ketua Paulus Mintarga, Surakarta akan bekerja selama 2 tahun terhitung sejak 25 Oktober 2015.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s