PEMUDA PENAKLUK UJUNG PANDANG

Nama lengkapnya Arman, SH., namun dalah pergaulan dan interaksi sosialnya di publik, pemuda kerap disapa Ammang nama khas suku bugis. Arman kecil memang orang bugis¸ tepat tanggal 5 Agustus 1980 silam pertama kali ia menghirup udara kehiduoan pada suatu desa di Kabupaten Soppeng. Masa kecilnya dia habiskan dengan kehidupan desadengan bersekolah di SD Negeri 197 Sadae Soppeng, ini merupakan fase terindah serta terlupakan baginya, Tak ada video game¸tidak ada game online di smartphone dan belum munculnya cerita cinta murid SD di Sinetron, semua begitu dekat alam, rutinitas selepas menimbah ilmu dia lakoni dengan melempar mangga, melontar kelereng, menerbangkan layangan, memutar roda pedati, memukul kasti, berenang disungai dan menikmati tidur siang diatas dahan pohon yang rindang.
Hari berganti hari tepat pada usainya 16 tahun, remaja yang aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi Ikatan Remaja Muhammadiyah menyelesaikan Sekolah Menengah Pertamanya pada Sekolah yang juga milik Muhammadiyah di Leworeng tahun 1996. Kisah hidupnya kemudian bercerita lain, sebab setelah merasakan lembut-nya lumpur sawah bak hamparan coklat yang lezat, glamor-nya pesta panen padi yang menguning bak lautan emas, dan harmoni-nya nyanyian burung, desiran angin yang menyapa dedaunan, serta alunan melodi lonceng sapi yang berbaris rapi menuju hamparan rumpu hijau, Arman harus rela meninggalkan jejak kehidupan desanya untuk bertahan hidup dengan kehidupan kota yang serba tidak pasti, demi menggapai cita-cita impiannya.
Dengan berkebal ilmu, pesan dan amanah Ambo-nya serta memegang teguh falsafah hidup orang bugis, dengan modal tersebutlah dia memulai kisah dan petualang hidupnya menaklutkan Kota yang bergelar Ujung Pandang pada saat itu. Remaja yang sedang memasuki masa pubernya melewati hari-harinya di Kota dengan berjibaku dengan buku ilmu dasar arsitek, bercanda dengan teman dan bercumbu menikmati getaran kisah kasih cinta monyet di STM Negeri 1 Ujung pandang hingga tahun 1999. Bersama lembaran ijazah STM-nya dan serta rumus rancang struktur bangunan, sang arsitek amatiran ini dipercaya menjadi pengawas pekerjaan suatu bangunan. Kepiawaian dari seorang lulusan STM ditunjukkanya dengan mengamati dan mengawasi jengkal demi jengkal sudut bangunan, walaupun kemudian hari dia mendapati dirinya dalam tumpukan buku yang berisi pasal dan ayat-ayat.
Membanting setir jauh dari disiplin ilmu teknik, telah merubah arah cita dan masa depannya. Memasuki era transisi kepemimpinan nasional di Indonesia yakni masa pasca reformasi, Remaja Soppeng ini, disemati gelar Maba Hukum oleh Univeritas Muslim Indonesia pada tahun 2000 dengan menguti jejak Kakak Kandung Supriansyah yang lebih dulu mendapat gelar yang sama pada kampus yang sama pula. Bacaan dengan literatur hukum dan suguhan tontonan tentang dinamika politik kebangsaan yang serba tidak pasti membuat daya kritisnya mulai terpupuk, kajian serta analisis wacana kritis mengantarkannya berdiri tegak dijalanan sebagai orator ulung, demonstras idealis, negosiator handal hingga Korlap pemberani, tegas dan cerdas. Karakternya tertempa oleh bara api semangat dalam melakoni proses kaderisasi serta dinamika organisasi di HMI, Senat Fakultas Hukum, Lembaga Hukum hingga memimpin organisasi kemahasiswaan tingkat pusat yaitu ISMAHI.
Sosoknya sebagai Pemuda idealis yang berkarakter menempatkan dirinya sebagai salah satu tokoh penggerakan mahasiswa pada masanya, sehingga setiap momentum kompetisi dihelat membuat dirinya disegani kawan, ditakuti lawan. Butuh waktu 8 tahun untuk melepas tanda kehormatan sebagai seorang mahasiswa hukum berganti dengan gelar Sarjana Hukum pada tahun 2008, yang membuat Ambo’ dan Indo’nya bangga atas capaian seorang anak yang lahir didesa namun ditakdirkan menggenggam harapannya di Kota Anging Mammiri. Dengan langkah pasti, Sang Demonstran bergegas menjauh gerbang kampus kebanggaannya untuk meneruskan petualangan dan penaklukannya pada Kota yang konon sangatlah kejam seperti ungkanapan “sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibu kota.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s